Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

Secuil Cerita Pagi

Pagi. Alarmku berdering pukul 2 pagi, meramaikan pagelaran alarm di salah satu kamar villa pelatihan, Pacet. Dan payahnya dalam situasi setenang ini bersama orang-orang pilihan terbaik dariNya aku tetap saja tak bergeming dengan suara alarm yang berdesing-desing. Alhasil, pukul 3 aku baru setengah sadar dari lelapku.

Yakin, hampir semua penghuni villa telah sujud bertahajjud pagi ... oh, telat !!

Tapi, aku tak ingin ketinggalan, aku masih berkesempatan untuk bertemu dengan sepertiga malam akhirNya. Jreng!! Aku bangkit.

Pukul setengah empat kurang, aku masih antri untuk wudhu di kamar mandi ~yang jelas-jelas airnya telah habis karena belum bersahabatnya air PAM~. Tak lama, salah satu rekanku mengajakku untuk wudhu di kran saja, tentu letaknya di luar villa. Aku mengiyakan saja.

Saat aku mendongak keluar, “Subhanallah ..” 

Ilustrasi bintang :)
Satu kata yang benar-benar menenangkan hati. Suasana tenang, dingin yang tak menusuk, udara sebelum shubuh yang bersih menelungkupi tubuh yang baru saja tegak.

Saat mendongak ke atas, bibir ini kembali bertasbih. Jutaan kerlip bintang terasa begitu dekat dan seakan mendekat padaku. Terlihat begitu menyenangkan dalam ceria kerlipnya.

Pagi yang kuharapkan berkesan telah benar-benar merengkuh hati ini dalam syukur. Dalam sujud pagi hingga dzikir pagi ini, sentuhanNya mengagumkan.

“Alhamdulillah ..”

Setidaknya, tempat ini telah menjernihkan keruhnya hati, membersihkan negatifnya pemikiran, mewarnai buncah-buncah senyuman. Ah, aku benar-benar tengah berlatih mempuitiskan kata-kata :p

Namun, tetap tak pernah absen doaku pagiku untuk mereka, malaikat-malaikat terbaik pilihanNya yang telah mengikhlaskan waktu hingga perhatiannya padaku. Bapak, Ibuk, Mas, Adik,  Mbak. Semoga Gusti Allah senantiasa menjaga kalian dalam cinta dan kasih sayangNya.

Berdering, bergetar ponselku. Pesan singkat dari seseorang dengan atap langit yang berbeda, berpuluh-puluh kilometer dari tempatku bertafakur ini mulai bersuara. Menyuarakan harapan yang sama. Menyimak berbagai cerita pagiku. Dalam sabarnya, dalam kebaikannya. “Semoga Gusti Allah senantiasa menjaga sampeyan .. “

Pacet, Mojokerto
20 Oktober 2012

Senin, 22 Oktober 2012
Posted by Etika Indra Khusna

Never at Subuh

Penyakit mahasiswa paling akut, yang model mahasiswanya itu kayak GUE  adalah bablas ( sebablas-bablasnya ) tidur setelah ngerjain tugas DL esok hari. Udah kesekian kali hobi godaan setan itu menjangkiti tubuh yang unyu ini.

~ Ya Allah, ampuni dosa-dosa hamba ..

Atau sebut saja penyakit terparah abad ini : habis lembur tugas DL jam 2 dini hari sampai shubuh menjelang, godaan setan datang : "Tidurlah, tidurrrrr ...."

Ajaib !!!

Dan ....

Gue TIDUR !!!

~ Astaghfirullah, aku memang hamba paling mayak. "Ampuni hamba Ya Rabb ..."

Yang berat itu : susah banget mengubah kebiasaan buruk ini. Gak semudah nyetrika baju kuliah ataupun makan es bubur kacang ijo.

^ ngaco banget !!

Sudah berusaha dengan berbagai cara. Dari wudhu, mandi pagi, tilawah, baca buku, ngintip buku praktikum, mandangin laptop ( bener-bener cuma memandangi saja ), jenggalin mata pake korek api ( saran ini nggak pernah tak pake, terlalu beresiko untuk kesehatan mata ) , ngunyah permen, ngunyah pojokan bantal, dan aktivitas agak kurang sehat lainnya tak cukup membuat gue betah melek di shubuh hari.

Dan fakta yang lebih buruk menyusul : pas Praktikum di Lab, gue masih saja kepergok TIDUR lagi. ~ parah !! 

Sepertinya, gue emang harus (WAJIB) taubat sebelum kerugian-kerugian lanjutan menimpuki badan dan jiwa gue. Emang bakalan rugi banget kalau tidur setelah shubuh. Liat hasil penelusuran yang gue dapet :

- Kehilangan barakah pagi hari
Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”.

Gue : jelas ini cukup kentara, pagi-pagi udah gak barokah, biasanya sih berangkat kuliah paling hobi bikin kericuhan dengan gedebug-gedebug hentakan kaki, ngos-ngosan nyampek kampus, atau lebih parah : telat masuk atau telat absen. Nggak jarang lupa bawa jas lab praktikum, nggak bawa tugas pendahuluan, nggak bawa smart card, dan nggak bawa tas ( bohong deh :p )

- Menyelisihi kebiasaan para salaf
Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.
Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”
Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih]

Gue : yang ini, iya deh. Gue cuma bisa ngangguk-ngangguk bilang iya. Percaya deh kalo ulama emang benci sama tidur habis shubuh. Ibuk gue aja benci kok, pasti selalu bersabda gini, "Nduk, bar shubuh kok malah bubuk, olahraga sana, nyari oksigen .." Dan gue cuma 'menguapkan' mulut. Langsung deh lemparan bantal menyerbuku. Ampun, buk ..
 
- Membuat malas dan melemahkan badan
Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu

Gue : Ini efek terburuk yang beruntun, sebab pas kuliah emang lebih sering gue tidur dalam kamuflase sok nulis catetan dengan menunduk. Dapat teguran? Berkali-kali. Kenapa nggak cepet-cepet bertaubat? Ini yang perlu gue ulangi : nggak tidur pas kuliah itu nggak semudah nyanyi "Balonku Ada 5" dengan huruf vokal berubah jadi "O"

- Pagi adalah waktu dibaginya rizki
Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rizki. Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rizkinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rizki para makhluk.
Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya "Bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezki?"

Gue : Nah, ini dia. Rizki berasa ngejauh banget. Nggak hanya yang berupa materi tapi ketenangan batin ( cieeehh ) dan kesehatan badan. Berasa capek semua. Dan ini yang membuat gue emang harus cepet-cepet taubat dari hobi buruk ini. ~Ampuni, Ya Allah ..

Astaghfirullah ... benar-benar kebiasaan yang buruk.
Hati gue berkata :
"Gue harus berdoa sebelum nyebar postingan ini "Ya Allah, jauhkan seluruh godaan syetan di hariku, pagi hingga petangku, mudahkan urusanku. Karena hanya Engkau Yang Maha Pemberi Kebaikan, Aamiin"
Semoga manfaat sekalian barakah, kurangi dan mulai berantas tidur setelah Shubuh, semangat buat perbaikan diri. Ayo, kita bisa ! ( bukan slogan kampanye ! ).  

Bismillah !!!


Jumat, 19 Oktober 2012
Posted by Etika Indra Khusna

Zero Point Five of Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahiim ...

Siang masih menyengat seluruh elemen Kota Surabaya. Begitu juga aku yang masih menanti sejuknya senja dengan merasakan seluruh kekuatan panas sang matahari. Surabaya masih menemani awal  Agustusku. Bulan yang cukup menyita waktu liburanku dan tentu melelahkan bagiku, harus pulang pergi kost-kampus hampir-hampir setiap hari. Ada amanah yang tengah disandarkan di atas pundak ini yang semakin ragu berkata, “ masihkah mampu menopangnya? “. Namun, aku tetap senantiasa menghapus keraguan itu, sebab Allah Ta’ala telah nyata menjadi sumber kekuatanku, dengan ridho dan cintaNya yang kuberharap tak akan pernah berhenti sampai Dia yang berkehendak menghentikannya.

Hari ini tentang nikmatNya yang luar biasa. Setengah dari aroma Ramadhan 1433 H.

“ Alhamdulillah ..” gumamku. Aku benar-benar harus bersyukur. Aku masih dalam nafas puasa karenaMu. Semoga tetap istiqomah.

Langit sebiru dan sebersih hari ini masih nampak jelas ketika kepala sedikit mendongak ke atas. Allah benar-benar begitu mengagumkan saat detil ciptaanNya meluas, menunjuk Dzat keagunganNya. Sang pemilik alam beserta isinya. Yang Maha Mencipta seluruh lapisan kehidupan. Dan semuanya masih bersama setengah Ramadhan 1433 H.

Masih lembut semilir angin di sudut kampus masih benar menyentuh raga ini. Menyapa seluruh dedaunan, menjadikan selaras dalam alunan tasbihNya. Menjadikan hati ini terdekap lembut dalam rasa rindu kampung halaman. Seperti dekapan setengah Ramadhan 1433 H.

Masih lantun terdengar ayat-ayatNya terlafadzkan. Menggema, menenangkan batin yang masih separuh setenang lautan. Semoga Gusti Allah menyabarkanku dalam setengah Ramadhan 1433 H.

Masih ada pesan-pesan singkat di ponselku, masih ada rasa rindu mereka yang dengan manja meminta kehadiranku di setengah Ramadhan ini. Redakan sebentar rindu ini, Ya Allah .. Di setengah Ramdhan 1433 H ini.

Alhamdulillah ... Setengah Ramadhan telah benar-benar berjalan, lambat laun menuju sebuah kemenangan. Semoga. Dan aku hanya berharap, kemenangan itu akan aku dapat pula. Aamiin ..

~kaf, bersama setengah Ramadhan 1433 H


Sabtu, 04 Agustus 2012
Posted by Etika Indra Khusna

My Clock

Popular Post

Pengunjung Blog

unique stats

- Copyright © Kaf -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -